Antara aku kau dan dia (6)

Standar

JJJ

 

                “pagi iLma cantik J “ pagi sekali saat semburat matahari mulai muncul, Ayu membuka jendela kamarku, kemudian ia dudukan aku di kursi roda lalu mendekati jendela yang sedikit sinar untuk menghangatkanku. Setidaknya aku masih bisa merasakan teriknya matahari walau aku tak keluar rumah.

                “iL.. mmm aku besok mau ke Amerika,aku mau daftar kuliah di sana, untuk beberapa minggu , mm mungkin 2 minggu aku akan disana. Jadi, aku nggak bisa temenin kamu selama aku di Amerika. Tapi, jangan khawatir, aku akan suruh Nicky buat temenin kamu ya ??” mendengar itu aku jadi lemas, ku gelengkan kepalaku.

                “nggak apa iL, Nicky bakal jagain kamu kok, dia nggak akan sakiti kamu” akupun hanya bisa menundukan kepalaku. Kupandangi pemandangan luar sana dari plafon kamarku.

 

                ****

 

                Haripun berlalu, Ayu benar-benar ke Amerika. Kini Nicky yang selalu menemaniku, biasanya Nicky bersama Qq ke rumah.

                “iL, Qq hari ini nggak ikut. Dia pulang ke Australia untuk beberapa minggu, dan selanjutnya katanya dia mau menyusul Ayu ke AS” saat dia bercerita aku lebih memilih diam.

                “oh ya, kamu tau ?? Ayu sama Qq udah jadian lho, kemarin waktu party”

                Aku ikut bahagia atas kebahagiaan Ayu. Aku fikir Ayu suka dengan Nicky, hingga sampai waktu itu aku menerima Binyo hanya karena takut Ayu juga suka dengan Nicky. Ternyata aku salah, namun semua sudah terlanjur. Mungkin kalau waktu itu aku tau bahwa Ayu tak cinta Nicky, aku akan terima Nicky jadi pacarku. Tapi tidak waktu itu. Dan, masih adakah rasa cintaku terhadap Nicky ??? aku masih kehilangan Binyo L.

 

                “Binyo belum pulang ??” aku membuka mulutku baru kali ini setelah Binyo tak disisiku. Nicky mendengar pertanyaanku langsung mendekatiku, “iL , mau sampai kapan kamu begini ??? Binyo udah meninggal, Binyo nggak lagi di dunia ! dia udah bahagia di sana, “ mendengar pernyataan Nicky aku langsung membantahnya “kamu apaan sih !!!! Binyo masih hidup ! dia hanya pergi, dia malu !! dia malu !!!”

                “malu apa ??”

                “dia malu punya pacar lumpuh kaya aku, makanya dia menghilang dariku !!” Nicky langsung memelukku dari belakang.

                “Binyo udah bahagia iLma, dia nggak malu sama keadaanmu, plissss, kamu sadar iL”

 

JJJ

 

                Di rumah aku tak pernah buka mulut, aku jarang berbicara. Terkadang aku bertemu Binyo, aku banyak bicara dengannya. Namun, setelah aku sadar kalau aku berbicara sendiri seperti orang gila, aku marah, apa yang didekatku pasti akan ku lempar. Sampai-sampai saat Simbok mau mengantarkan makan, dan saat aku melemparkas benda, dan benda itu terkena simbok. Simbok sampai takut masuk kamar.

                Dengan kejadian itu, simbok telepon mama atau papa. Dalam beberapa hari kemudian mama pulang, mama dan simbok membawaku keluar, ntah mau kemana. Namun saat mobil berhenti, kenapa turun di RUMAH SAKIT JIWA ?????? (aku gila ya ???)

 

                Namun, saat aku diperiksa dokter, kata dokter aku nggak perlu dirawat di RSJ. Aku hanya mengalami depresi tak terlalu parah.

 

                ****

 

                Nicky sudah 5 hari tak datang ke rumah, tapi tak mengapa bagiku. Hari ini orang tuaku pulang, baik mama baik papa. Orang tuaku hanya bisa menemaniku selama 4 hari.  Dan setelah 4 hari, mereka akan ke luar kota lagi. Aku tak tau apa yang mereka pikirkan. Harta ?? karir ?? anak ??

 

                ****

 

                Suara tepuk tangan sangat meriah, hati Ayu semakin bahagia. Performnya malam ini di Amerika sangat berhasil. Dan saat Qq menampakkan dirinya , Ayu semakin bahagia.

 

                Saat di belakang panggung*

 

                “besuk LABA bakalan perform, kamu mau datang ??”

                “iya Q , aku tau, aku ingat.. namun, besuk aku ada latihan.. mm nanti coba aku tanyain”

               

                ***

                “ayolah iL, kita keluar “ , namun aku hanya menggelengkan kepala saja. Nicky yang daritadi membujukku, kini ia menyerah.

                “kamu kenapa sih nggak mau keluar ?? apa karena Binyo ??”

                Aku menjawab pertanyaan Nicky sangat datar “aku cacat”

                “biarpun kamu cacat, tapi kamu harus keluar, ini juga buat kesehatan kamu, apa kamu nggak bosan di kamar terus ?? udah hampir 2 bulan kamu di kamar ini ! okay , apa yang kamu mau ??”

                “Binyo” , Nicky hanya menhela nafas saat tau jawabanku. “okay, dengerin ya , kalau kamu seperti ini terus , Binyo nggak akan mau ketemu sama kamu, Binyo mau kamu iLma yang seperti dulu, iLma yang semangat. Bukan seperti ini” kupotong pembicaraan Nicky dan kusambung “ bukan iLma yang cacat kan ??”

                “bukan itu maksudku iL, ayolah … buka lembaran barumu,”

                Akupun angkat bicara “kenapa sih kamu masih disini ??? kenapa kamu masih peduli denganku ?? padahal jelas-jelas aku pernah sakitin kamu, “

                “karena aku masih sayang sama kamu, aku pernah bilangkan sama kamu bahwa aku akan selalu menjagamu, aku nggak akan pergi dari kamu”

                “kalau aku yang pergi apa kamu akan mengikutiku ???”

                Nicky diam tak menjawab. Nicky cukup tak mengerti apa yang aku katakan barusan.

 

                ****

 

                >telepon<

                “ malam ini ??”

                “iya malam ini, coba deh kamu ajak iLma, siapa tau dia mau”

                “okeyy, aku tanyain nanti, kamu mau datang ??”

                “mmm, tergantung Ayu , nanti aku kabarin”

 

                Lamunanku terhenti saat Nicky masuk ke kamarku, dia mendekatiku yang sedang terbaring di kasur, “nanti malem LABA perform , kamu mau datang ??” tanya Nicky

                Kuanggukan kepalaku sambil tersenyum bahagia. Aku berharap dengan aku melihat LABA , aku akan bertemu dengan Binyo.

                “tapi Ayu sama Qq masih ragu buat datang, jadi kita datang berdua ya ?”

                Kuanggukkan kepalaku lagi. “tapiii, sebelum kita berangkat, aku akan telepon orang tuamu dulu, aku harus minta izin sama orangtuamu”

 

                Jika Nicky bilang pada orang tuaku, aku takut orang tuaku tak mengizinkanku.

 

                “halo Nicky ada apa nak ??”

                “halo tante, mmm gini , nanti kalau Nicky ajak iLma liat poerform LABA boleh ???”

                “LABA ??”

                “LABA itu grup dance nya Bobby tante”

                “ohh, boleh, asal iLma nya mau,”

                “iLma mau kok tan,”

                “ya, jagain dia ya… oh ya , tante nggak bisa lama-lama ngobrolnya nick, tante lagi mau meeting, nanti lagi ya J “

                “ohh, baik tante”

 

****

 

                Malamnya, Nicky membawaku ke tempat dimana LABA akan perform. Aku dan Nicky agak telat, jadinya ketinggalan. Namun, untungnya LABA baru setengah dance.

                “Lee , Agoy , B….. , Alwin. Nicky…. mana Bobby ???”

                Nicky jongkok di depan kursi rodaku, “iLma , Bobby udah nggak ada,”

 

                Aku marah saat tau Bobby tidak ada dalam LABA , posisi Bonny digantikan oleh Budi. Aku memberontak, dengan segera Nicky membawaku keluar dari kerumunan orang banyak.

 

                “bobby mana ?? dia ada di belakang ya ?? ayo Nick, kita kesana !!!” saat di depan, Nicky memberhentikan kursi rodaku, dia mengatakan padaku, kepalanya sangt dekat denganku, mungkin hanya berajarak  5cm. “iLma !! kamu sadar lah, Bobby itu udah meninggal, 2 bulan lau , apa kamu lupa ?? kamu kan yang menyaksikan saat Bobby meninggal ?? kamu juga kan yang ikut kepemakaman ?? kamu liat kan saat-saat terakhir Binyo ?? saat dia melambaikan tangan padamu ?? apa kamu lupa ???” mendengar itu aku langsung menangis, yaaaa.. aku ingat itu. Segera aku menjauh dari Nicky, kujalankan kursi rodaku, hari begitu petang, aku agak tak melihat jalan, dan…….

 

*BRAKKKKKK

 

                Ternyata aku menuruni tangga, aku terjatuh , dan sempat aku mendengar teriakan Nicky. Aku tak tau apalagi yang terjadi padaku malam itu, saat aku terbangun kulihat ruangan semua serba putih,

.

.

.dimana ya ?? SURGA ???

.

.

.

                Ohh, ini bukan surga, ini rumah sakit. Saat kubuka mata, Nicky , Ayu, Qq mendekatiku. Sementara orang tuaku sibuk memainkan jarinya di ponsel. Hmmm mungkin KERJAAN lagi. Aku sudah tak heran dengan sikap orang tuaku.

 

                Saat aku ingin bagun, aku tak bisa. Tanganku serasa mati, dan ternyata tanganku diperban. Aku kini lumpuh total, kakiku yang dulu diperban, kini bertambah lagi dengan tanganku yang diperban. Kini aku hidup tanpa anggota gerak. Aku punya 2 kaki juga 2 tangan , namun semua tak berfungsi. Melihat keadaanku ini aku semakin hancur. Tak cukupkah aku kehilangan Binyo ???

 

                Dari ranjang, kulihat mama dan papaku duduk tenang dan mata mereka dihiasi dengan air mata.

 

                JJJ

 

                Ayu mendekatiku, memegang pipiku, matanya berlinang airmata , “iLma…. cinta itu abadi, mau didunia nyata, maya ataupun di dunia lain. Dan walaupun sekarang ini Binyo tak dissampingmu, aku yakin kakakku masih mencintaimu, kakakku masih peduli denganmu. Tapii, kakakku paling nggak suka sama orang yang mudah putus asa, kalau kamu nggak mau kehilangan Binyo, kamu nggak boleh begini terus, kamu harus bangkit”

               

                Mendengar ucapan Ayu, aku semakin sadar, aku harus bangkit, aku nggak boleh begini terus dan aku nggak boleh larut atas semua ini. Dan , apakah aku harus melupakan Binyo ???

 

                Sekarang adalah jam bebas bagiku, aku boleh keluar dari kamar rawat ini. Nicky mendorong kursi rodaku menuju taman Rumah sakit. Aku dan Nicky tepat berada di bawah pohon yang penuh dengan bunga. Angin sedikit mengalun. Saat daun dan bunga berguguran, tepat ada satu bunga yang jatuh di pangkuanku, Nicky tersenyum. Ku beri bunga itu untuk Nicky, kuletakkan di telinganya. Nicky tampak tertawa kecil. Nicky bahagia bisa melihatku tersenyum lagi.

 

                Sore pun datang, dan ini saatnya aku kembali ke ranjang. Saat Nicky hendak keluar dari kamar rawatku ini, masih terdapat bunga yang tadi kuberi, dan masih terpasang juga ditelinganya.

 

                ****

 

                Malam tiba,

 

                Saat malam gelap, Ayu dan Qq tampak terlelap di bangku samping ranjangku. Sementara Nicky tertidur di kursi dekat ranjangku. Aku tak tau harus bagaimana, aku tak tau apa yang aku rasakan, saat tadi bersama Nicky di taman, aku sangat merasa bahagia seperti cinta itu tumbuh kembali seperti dulu saat pertama kali kumencintainya. Aku merasa mataku sudah berat sekali, saat aku akan memejamkan mataku, tiba-tiba ada yang membuka pintu, *gleeeggg

 

                Seorang laki-laki mendekat dan semakin dekat ke arahku, kukira itu papa , TERNYATA ..
.

.

..

..

.

.

.

. “ Bobby” dalam hatikua aku menjerit namanya, yaa itu benar-benar Bobby, ahhh alangkah bahagianya aku. Namun, apakah aku hanya menghayal ??

 

                Tidak ! kali ini dia benar-benar ada ! dia belai rambutku, dia ambil kursi dan meletakkannya di sampingku. Aku tak percaya, ternyata selama ini aku benar ! Binyo masih hidup J .

 

                ****

                “aku haus..” kataku manja terhadap Binyo, Binyo pun mengambil gelas di meja, namun saat akan mengambil air, ternyata air minumku habis.

                “aku ambilin di luar dulu ya ?”

                Aku tak ingin Binyo pergi lagi “aku ikut ambil airnya ya ??” rengekku.

               

                Lalu Binyo mengambilkanku kursi roda, dan membantuku duduk di kursi roda tersebut. Saat berjalan menuju dapur RS , “kamu kenapa lama menghilang ?? aku sendirian tauukk !”

 

                “aku kan Cuma pergi sebentar , kamu nggak usah khawatir”

                “nanti jangan pergi lagi ya , aku mau sama kamu terus .. oh ya , masa semua bilang kalau kamu meninggal , aku kan nggak terima “ mendengar ucapaku Binyo hanya tersenyum.

 

                Setelah mengambil sebotol air minum, aku dan Binyo kembali ke kamar. Masih terlihat Ayu, Qq dan Nicky terlelap, sampai-sampai mereka tak tau kalau Binyo datang. Hihihih.

 

                “ini !” Binyo memberiku selembar kertas dan sebuah pena. “buat apa ??”

 

                “aku nggak mau kamu capek ngomong, sekarang coba kamu tulis apa yang kamu rasain malam ini , okey J !”

                “siappp Binyo sayang “ mulai ku tulis apa yang aku rasakan malam ini. Setelah selesai kutulis , kertas itu kuletekkan di atas meja dekat gelas dan botol yang tadi kuambil bersama Binyo.

 

                “Binyooo, kamu disini aja ya , temeni aku, nggak usah pulang , ya ??”

 

                “kan ada Nicky ?? dia kan yang selalu menjagamu saat aku pergi ?”

 

                “iya, tapi aku maunya kamu , aku masih kangen sama kamu, ya ??”

 

                Bobby menganggukkan kepala dan twersenyum “kalau begitu, aku pulang dulu , aku akan ambil bajuku, kan nggak mungkin aku pakai baju ini terus J  , ka pulang dulu ya , Cuma sebentar kok “

 

                Aku takut Binyo bakal pergi lagi, “emm aku ikut kamu pulang ya ?? plissss”

 

                “jangan dong, kamu disini aja.. “

 

                “aku mau ikut ! TITIK”

 

                “yaudah, tapi pokoknya tadi aku udah ngelarang kamu lho ya “

 

                “iya,,, eh bentar” sebelum aku ikut Binyo mengambil baju, kutambahkan tulisan di kertas tadi.

 

                Alangkah senangnya malam ini, selain aku bertemu Binyo, aku bisa berlari, berjalan, tanganku bisa mengambil botol. Sekitar jam 2 malam, aku dan Binyo pergi mengambil bajunya Binyo.

Paginya, saat Nicky terbangun, Nicky melihatku sudah duduk di kursi roda. Nicky membangunkan Ayu dan Qq.

 

                “yu , lo ya yang mindahin iLma ke kursi roda ??”

                Sambil mengucek matanya “apaan sih ?? enggak kok, Qq mungkin.. Ky.. ky,,, bangun ih !”

                “apa sih ?? ngantuk banget nihh”

                “kamu yang mindahin iLma ke kursi roda ??”

 

                Qq langsung bergegas bangun dan sedikit terkejut  “ ahhh !! enggak, emang kenapa ??”

 

                Saat ayu memegang tanganku, “ ehhh, sini deh kalian berdua !! tangan iLma dingin bangett”. Lalu Qq memegang tanganku yang satunya “iya, dingin baget”

 “yaiyalah dingin, tangan iLma kan udah nggak berfungsi lagi “ Nicky mendekat kearah depanku, ia memegang keningku lalu ke pipiku.

                “ehh, ada yang aneh !! sini deh “ Nicky tak merasakan ada hembusan nafasku. Ayu m Qq dab Nicky menjadi panik.

 

                Qq langsung berlari ke ruang dokter (padahal ada bel buat manggil dokter lhoh ! hahaha kak Qq saking paniknya jadi lupa). Nicky menghubungi orang tuaku dengan ponselnya, sementara Ayu menangis histeris.

 

                WHAT HAPPEN WITH ME ????

 

                Saat daokter datang, dokter langsung mengecek kondisiku, dokter tak berkata-kata sebelum orang tuaku datang.beberapa menit kemudian, orangtuaku dan simbok datang, mereka masih mengenakan pakaian tidur dan wajahnya masih terlihat ngantuk.

 

                “apa yang terjadi dengan anak saya dok ??”

                “menurut kondisi tubuhnya , sekitar jam 2 malam tadi … iLma menghembuskan nafas terakhirnya”

 

                Mendengar penjelasan dokter, mamaku jatuh tergelai di lantai, mamaku tak sadarkan diri.

 

                Ternyata aku telah meninggal. Dan kehadiaran Binyo tadi malam ??? Binyo menjemput ku ???

 

                Nicky mengambil kertas yang tadi sempat dilihatnya. Lalu bersama Qq dan Ayu, mereka baca bersama kertas itu :

 

 

Malam ini Binyo datang saat aku akan tidur, dia mengantarku mengambil air minum didapur RS. Aku banyak cerita padanya malam ini. Senangnya lagi malam ini aku bisa jalan, lari , tanganku bisa berfungsi lagi J . dan aku akan ikut Binyo ambil bajunya. Dengan begitu Binyo akan menemaniku disini sampai aku sembuh.

 

Buat Ayu dan Qq , semoga hubungan kamu sama Qq langgeng sama seperti aku dan Binyo saat ini J

Buat Nicky , makasih udah jaga aku selama binyo pergi. Maaf telah merepotkanmu, dan simpan bunga yang tadi sore aku kasih ke kamu ya J

 

Kalau aku nggak pulang ke rumah sakit, kalian nggak usah khawatir, aku sama Binyo Cuma mau ambil baju kok J

 

 

 

Setelah membaca kertas itu, mereka saling bertatapan, mereka tak mengerti apa maksud kertas itu.

Bobby datang ??

Bercerita ??

Ikut Bobby ambil baju ??

iLma bisa lari ??

lalu, siapa yang menulis ini ??

dan memang ada botol yang terisi penuh dengan air di meja, apa benar mereka yang ambil ???

 

JJJ

 

                Kini Budi menggantikan posisi Bobby di LABA,  Rio, sahabat SMAku dan Ayu kini bertunangan dengan Occa, mantan Binyo dulu. Ayu dan Qq kini mereka sudah bertunangan, dan awal bulan depan, mereka akan menikah. Dan akan menetap di Australi. Orang tuaku mengasuh anak dari panti asuhan. Sementara Nicky, kini mengalami depresi berat setelah aku meninggal dunia. Kini ia di rawat di Rumah Sakit Jiwa. (aduhh, kak nicky endingnya GILA). Nicky selalu menggenggam kertas yang dulu pernah kutulis waktu itu, dan di telinganya masih ada Bunga yang waktu itu aku beri, sampai saat ini bunga itu sudah layu. (bukan Cuma layu, udah kering palah), setiap harinya Nicky selalu bernyanyi lagunya John Denver

 “cause i’m leaving on a jet plane, DON’T KNOW WHEN YOU”LL BE BACK AGAIN, oh babe , I HATE YOU GO”

 

THE END

 

oh iya, ini hanya cerita biasa yang aku karang. bukan dari pengalaman sesungguhnya. Dan maaf sekali nama pemerannya aku mengambil dengan nama personil Boyband, soalnya cerita ini aku post untuk cerbung FP di facebook ku :) 

)Gambar

About ilmaka

i'm iLma Karoma, but most people call me ilma or ima :) i was born in Magelang Jawa Tengah Indonesia on 1997, exactly 11 March. i'm muslim , Alhamdulillah :) . i've got one brother and two sisters. DIRECTIONER, GAPPER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s