Antara aku kau dan dia (5)

Standar

JJJ

 

                Hubungan Ayu dan Hendra yang tadinya tidak ada masalah, kini semakin kacau. Hendra mulai bosan dengan Ayu. Ayu selalu membanding-bandingkan antara Hendra dengan Qq. Karena mereka merasa tidak ada kecocokan, mereka putus.

 

                Walau Qq merasa tersakiti, ia masih selalu memantau keadaan Ayu melalui Nicky. Qq pun tau bahwa ayu dan Hendra putus dari Nicky. Qq merasa senang. (bersenang-senang diatas penderitaan Hendra😀 )

               

                Nicky sekarang lebih bisa menerima keadaan setelah kemarin sempat membuatku menangis. Ia merelakanku bersama Bobby. Nicky juga sering pergi bersamaku , Binyo juga Ayu. Binyo pun tak ada rasa marah atau dendam karena dulu pernah mengusik hubunganku dengan Binyo.

 

                Suatu hari, Aku, Binyo, Ayu dan Nicky pergi ke tempat karokean bersama. Berjam-jam kami habiskan untuk bernyanyi. Saat kami mulai lelah, kami putuskan untuk pulang.

               

                Saat di parkiran,

                “Nick, Yu , kalian mau pulang gimana ?? bareng gue sama iLma aja yukk “ ajak Binyo.

                “emm, kalau gue bawa motor, jadi ayu aja J “ jawab Nicky,

                Namun Ayu menolak, “emmm , Nick , gue bareng lu aja, boleh ??”

                “emm, siapp ! yaudah, Bob lo sama iLma aja J ayu biar sama gue “

                “okeyy, jaga adek gue ya J “ begitulah pesan Binyo.

 

                Ayu pun pulang bersama Nicky dengan motornya. Sementara aku dengan Binyo dengan mobil Binyo.

 

                Saat menuju jalan pulang, tiba-tiba sebuah bus pariwisata menabrak mobil Binyo. Seketika aku tak sadar. Aku tak tau apa yang terjadi dan bagaimana keadaan Binyo.

 

                Aku dan Binyo terluka parah. Kedua kakiku retak pada bagian tulang paha. Sementara Binyo mengalami gagar otak. Aku dan Binyo dirawat di Rumah Sakit yang sama.

 

                Aku terbangun dari ranjang kamar inap ku. Ketika aku ingin mencari Binyo, kakiku susah digerakkan, bahkan terasa sakiiit sekali. Papaku yang sejak tadi menungguiku, yang kemudian menghampiriku,

                “kamu mau kemana nak ?”

                “Bobby dimana pa ??”

                “Bobby di ruang ICU, kamu mau kesana ??”

 

                Kuanggukkan kepalaku, kemudian papaku mengambilaknku kursi roda. Lalu papaku mendorongku di atas kursi roda menuju ruang ICU dimana Binyo dirawat.

                “pa ??”

                “iya J”

                “apa selamanya aku kemana-mana pakai kursi roda?”

                “papa nggak tau nak, tadi dokter bilang sementara ini kamu harus pakai kursi roda, sabar ya J”

                Ketika sampai di depan ruang ICU, suster sempat melarangku. Namun setelah dokter datang, akupun diperbolehkan masuk. Papaku meninggalkanku karena beliau harus kembali ke kantornya.

 

                Hampir setiap hari aku selalu menemani Binyo. Namun, 6 hari ini dia belum juga sadar. Aku khawatir, namun dokter bilang ini masa penyadaran.

 

                Binyo koma selama 9 hari. Dihari-hari itulah aku menemaninya walau kakiku masih perlu perawatan yang itensif.

                Dan hari ini, adalah hari ke 9 Binyo koma, dan dihari ini juga anniv 3months nya aku dan Bobby. Saat pukul 02.15 malam, tangan Binyo bergerak, akupun langsung bangun. Binyo memegang tanganku. Setelah melepas tanganku, ia melambaikan tangan. Aku tau itu apa. Refleks aku berteriak “BINYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO” , yaaa, Binyo menghembuskan nafas terakhirnya. Mama Binyo dan Ayu pun terbangun dari tidurnya. Langsunglah mereka bergegas ke arahku.

                “kamu kenapa nak ??” tanya Mama Ayu tampak panik serta keheranan.

                “binyooo tante, binyo nggak ada !!” mendengar ucapanku, Mama Binyo dan Ayu kaget tak percaya.

                “maksud kamu apa il ??” Ayu pun angkat bicara,

                “aku nggak tauuu” aku pun tergelai di lantai sambil menangis.

 

                Mama Binyo memaanggil suster, sementara Ayu menghibungi Nicky. Setelah beberapa menit dokter dan suster pun datang. Suster meminta kami semua untuk meninggalkan ruangan ini. Semua panik, semua sedih. Tak berapa lama, Nicky dan kedua orang tuaku datang. Mama dan papaku menghampiriku dan kemudian memelukku. Nicky menghampiri Ayu,

                “Binyo kenapa ??”

                “aku nggak tau” jawab Ayu nampak cemas keprasahan.

 

                Mama dan papaku mendekati mama Ayu. Dan beberapa menit, papa Ayu datang. Semua kini panik menunggu dokter keluar.

 

                Setengah jam kemudian…. dokter keluar,

                “bagaimana dok anak saya ??” papa Ayu nampak serius.

                “Tuhan berkehendak lain, anak Bapak telah kembali ke Rahmatullah” begitulah kata dokter yang aku dengar. Spontan aku jatuh pingsan. Papaku mengangkatku ke ranjang kamar inapku yang lama kutinggalkan karena aku lebih memilih istirahat di kamar inap Binyo untuk menemaninya.

 

                Pagi pun tiba, kursi roda yang kini kududuki pun didorong oleh papaku. Pagi ini aku keluar dari rumah sakit, sebenarnya aku belum boleh pulang. Namun aku bersikeras untuk keluar. Pagi ini aku akan ikut memakamkan Binyo. Tak bisa kutahan air mata ini. Saat tiba dipemakaman, dan saat Binyo akan dikubur, aku sempat berdoa, ini hanya mimpi dalam tidur malamku.

 

                Setelah acara selesai, aku meminta pulang, aku sudah tak sanggup melihat semua ini.

Aku berfikir, akankah selamanya Binyo pergi ?? akankah aku akan selalu duduk di kursi roda ini ?? aku terlalu jauh untuk berfikir seperti itu. Dalam anganku Binyo masih ada. Dia hanya pergi untuk sementara. Mungkin untuk kuliah, atau perform LABA atau… atau.. (terserah)

 

JJJ

 

                3 bulan berlalu,  Papa mama bilang, dalam waktu 1 bulan aku akan sembuh, aku bisa berjalan,, aku bisa melekukan apa yang aku mau tanpa kursi roda. Namun, kenyataannya sekarangpun aku masih membutuhkan kursi roda. Dalam telepon, mama dan papaku hanya bisa bilang “kamu pasti bisa jalan sayang, sabar ya”. Hampir tiap hari kutelepon mereka, aku bertanya kapan aku lepas kursi roda. Aku tak berkutik. Aku hanya berdiam diri di kamar sejak Binyo dinyatakan tiada. Namun aku masih tak percaya. Aku CACAT, Binyo menghilang. Kufikir Binyo menghilang dari hadapanku karena aku cacat. Dia malu punya pacar sepertiku, pacar yang cacat.

 

                Aku di rumah hanya bertemankan simbok. Simbok yang mengurusku. Terkadang, Ayu dan Nicky datang ke rumah. Mereka berusaha mengajakku keluar rumah. Namun, usaha mereka tak cukup meyakinkanku. Ayu dan Nicky hanya bisa melihatku dan berdoa untuk kesembuhanku.

 

                Hari ini, Qq pulang dari Australi, dia sudah tau kalau min aku sakit, Binyo meninggal. Qq tau dari Nicky. Namun, Qq tidak tau kalau aku lumpuh. Yang dia tau, aku hanya sakit biasa dan sedikit butuh perban di kakiku. Saat Qq menengokku bersama Nicky, Qq sedikit kaget. Dia melihatku menggunakan kursi roda, dan kini badanku kurus. Karena aku jarang makan, aku hanya mau makan jika aku lapar dan itu pun yang menyuapi harus Ayu atau mamaku. Berhubung mama jarang pulang, dan Ayu sibuk dengan karirnya di bidang musik, jadi mungkin Ayu datang ke rumah 3 hari sekali. Nicky sering membujukku makan, ia menyuapiku, namun aku memberontak, ku ambil piring dari tangan Nicky lalu ku banting piringnya, ntah sudah berapa piring yang kupecah. (pantes piring di rumah habis😀 hahah)

 

                “iLma pakai kursi roda ??” Qq nampak tercengang melihatku duduk di kursi roda.

                “ssstttt, jangan keras-keras !!”

                “dia lumpuh Nick ??” , “ya seperti yang kamu lihat” Nicky nampak berkaca-kaca membalas ucapan Qq.

 

                Aku sedikit benci mendengar orang mengatakanku lumpuh, walau memang sebenarnya aku memang lumpuh L .

 

JJJ

 

                Ayu dan Qq berencana akan menghadiri party anniversarry, tadinya Nicky juga ingn menghadiri namun niatnya batal karrena ia ingin menemaniku. Sebelunya Nicky mengajakku ke party. Tanpa pikir panjang aku menggelengkan kepalaku. Aku tak mau membuat Nicky malu hanya karena dia ke party bersama cewwk lumpuh. Bagaimanapun juga aku ingat kalau aku pernah mencintainya.

 

                Akhirnya Ayu dan Qq ke party tanpa Nicky juga aku.

 

                “ayu ??”

                “emm, apa Q ??”

                “ akmu putus ya sama Hendra ??”

                “ehem” ayu menganggukkan kepalanya. Tampak wajah Qq nampak bersinar terang bagai rembulan (ahaha LEBAY) melihat anggukan Ayu.

                “mmm, kalau udah putus sama hendra, mau nggak sekarang sama aku ??”

                Ayu sedikit kaget mendengar ucapan Qq, “ a..a..apa ??”

                “maa, maa, maa, maa, maa…”

                “mamamama apaan Q ?”

                “mau nggak jadi pacar aku ?? heheh”

                “kamu becanda ya ??”

                “emmm”

                “iya, aku mau kok J “

“yang bener Yu ??”

“iya, bener.. sebenarnya dari dulu aku suka sama kamu, tapi aku bingung, takut kamunya nggak suka”

                “idihh ayu .. aku Cuma becanda kaliiiii, kok dijawab beneran , hahahha ketaun deh kalau kamu suka aku :p “

                “ Qq apaan sihh !!!”  muka ayu memerah, seperrtinya ia malu campur marah. Ayu meninggalkan Qq. Qq pun mengejarnya, namun Ayu selalu menghindar. Kemudian Qq berteriak memanggil-manggil Ayu “ Ayuuu !!!! gue beneran CINTA sama kamu !!!”

 

                Suasana jadi berbeda, semua tatapan mengarah ke Qq. Ayu yang tadinya berlari, larinya terhenti setelah mendengar teriakan Qq. Ayu tersenyum saat Qq menghampiri Ayu.

 

                Dan di party itulah mereka memulai kisah kasih dan sekaligus disaksikan orang banyak😀 . (asiikkkk asikkk )

(bersambung)Gambar

About ilmaka

i'm iLma Karoma, but most people call me ilma or ima :) i was born in Magelang Jawa Tengah Indonesia on 1997, exactly 11 March. i'm muslim , Alhamdulillah :) . i've got one brother and two sisters. DIRECTIONER, GAPPER

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s