Antara aku kau dan dia (2)

Standar

☺☻☺

                Sepulang sekolah, kak Nicky janji mau anter aku pulang lagi. Lain dari kemarin, kalau kemarin Cuma dri jalan sampai rumah, kali ini dari sekolah sampai rumah. Hemat tenaga, hemat uang buat angkot. Hahaha.

                Stelah menunggu lama, akhirnya terlihat juga motor nya. Hmmm cool juga pakai helm. Hihih mirip kaya pembalap ! bener dah ! waktu dibuka helmnya,

                “lho ???” tanda tanya besarrrr di kepalaku.

                “kamu ilma kan ? kamu pasti kaget, kenapa bukan Nicky” tebak dia.

                “he.em” jawabku singkat penuh pertanyaan.

                “kenalin, aku QQ, temennya Nicky, kita se Band. Yok pulang !” ajak kak QQ.

                “oke dah !”

                Di sepanjang perjalanan kita ngobrol. Hmm SAMA ASYIKNYA kaya kak Nicky. Tanpa terasa sampailah aku di rumah. Dan ternyata temenku Ayu udah ada di depan rumah. Aku lupa ada janji. Aduhh !

                “ihh, kemana aja sih kamu ? lupaaa ya sama sahabat sendiri ?”  Ayu menyindirku. Dan ketika kak QQ membuka helmya, Ayu pun bertanya-tanya. Langsung dia tarik tanganku agak menjauh dari kak QQ.

                “itu yang namanya Nicky??” tanya Ayu penasaran.

                “bukan, dia temennya, namanya QQ, kamu mau aku kenalin ?” belum sempat Ayu menjawab kak QQ langsung memanggilku.

                “iL….” meletakkan helmnya di spion.

                “iyaaaa, apa kak ? masuk ke rumah dulu yuk ?” ajakku.

                “hemmm, nggak deh makasii J” kak QQ tersenyum padaku dan Ayu.

                “oh iya, kenalin. Ini sahabat aku, ”

                “Ayu”

                “QQ” mereka saling berjabat tangan.

                “katanya yang jemput kamu kak Nicky, kok jadi kak QQ ???” Ayu bertanya padaku.

                “Nicky masuk rumah sakit, kemarin jatuh dari motor” kak QQ langsung menjawab pertanyaan itu. Serentak aku dan Ayu pun kaget,

                “kok bisa??” aku dan Ayu hampir bersamaan ngucapin itu.

                “hmm panjang deh ceritanya, mending kita cerita sambil jalan-jalan aja, gimana ??” kak QQ tampak tidak ada kegiatan sehingga menyempatkan waktunya untuk cerita kejadian kak Nicky kecelakaan. Kita bertiga pun ke mall, aku dan Ayu berboncengan naik motor scooter.

                **********sesamapainya di mall, kak QQ cerita panjang lebar*********

                Ternyata kak Nicky kecelakaan waktu naik mobilnya kak QQ yang disupiri sama supir kak QQ, waktu itu motor kak nicky yang sekarang ini dipakai kak QQ waktu itu lagi di bengkel, dan kak QQ suruh ngmbilin. Sampai di bengkel, kak QQ lupa bawa uang, terus kak QQ minta kak Nicky ke bengkel bawa uang diantar sama sopirnya kak QQ. Waktu perjalanan sampai di pertigaan jalan Pahlawan 5, ada BMW melaju dengan kecepatan tinggi, dan akhirnya BMW itu hampir nabrak mobilnya kak QQ, langsung sama sopirnya di belokkin ke arah kiri. Tadinya arah kiri sepi, jadi sama sopirnya dibelokkin kearah itu. Ehh, tahu-tahu ada mobil yang juga melaju dengan cepat. Alhasil mobil kak QQ bagian samping rusak parah, sopir kak QQ meninggal, untung aja kak Nicky selamat hanya luka kecil dibagian keningnya.

                “nggak usah nangis gitu kaliii il yuu !” kak QQ mencoba menggodaku dan Ayu.

                “kasian tauuu” kataku dan Ayu serempak.

☺☻☺

Satu minggu kemudian………………

Ayu sudah ada janji mau nemenin kakaknya cari buku buat sumber tambahan  buat makalah, dan itu syarat biar bisa ikut ujian. Yaaa, Bobby… kakaknya Ayu sekarang kuliah, jadi sibuk banget buat tugas kuliahnya.. Kak Bobby anak dancing. Dia punya grup dance. Di kampusnya dia tenar banget. Anak anak cewek sering banget perhatiin dia. Bahkan ada tuh cewek cewek yang pindah kuliah ke tempat Bobby dimana ia kuliah, Cuma buat deket sama kak Bobby. Hmmm, cewek-cewek penuh ambisi ! hihihih. Mungkin kalau aku jadi Ayu, aku bakal bangga banget punya kakak seorang Bobby. Udah ganteng, pinter, cool, jago dance. Hmmmmm. Namun, saat kutelepon Ayu, katanya dia batal ke toko buku sama Kak Bobby, rencana mereka diubah menjadi acara lain.

Panas begitu menyengat tubuhku, kukenakan jaket yang terlampir di pundakku. Ku pakai penutup kepala agar terhindar dari panas teriknya sang mentari. Kuberjalan menyusuri jalan menuju alun-alun. Ku niatkan untuk melihat ajang kreasi dance. Yaaa, walaupun aku tak terlalu suka.

Sesampainya,

HUH ! ramai banget ! dan kuyakin mereka yang ada di baris depan adalah penggila dance.

“Heii !!” teriak cewek yang ada di belakangku, yang kemudian menepuk bahuku. Seraya aku kaget, dan kutolehkan wajahku ke belakang. “ehm, siapa ya ini ????” batinku bertanya-tanya. Sepertinya aku kenal sama orang ini, tapi dimana ? siapa ?

“eh, hai juga, ehh sorri nihh, siapa ya ? lupa aku ” tanyaku untuk memastikan kalau aku kenal dia.

“ihh, udah lupa ya sama aku ??” cewek itu mengerutkan dahinya, dan memajukan bibirnya.

“bener deh ! aku lupa” kataku dengan Pdnya.

“Occa, kita kenal di SMA 21, waktu lomba story telling, masih lupa ???”

“ohhh, ya ya, waktu ketemu di toilet itu kan ? hahahahah yaa ya, kamu nonton dance juga ???” tanyaku

“iya dong ! hehhe” jawabnya nampak ragu

“kamu suka ?” tanyaku

“lumayan, aku Cuma mau lihat seseorang, hihihih pacarku” tampak malu Occa menjawab pertanyaanku.

“ihiyyyyyyyy, mana ? mana? Kenalin dong” rengek kupenasaran. Aku nggak nyangka dia sudah punya kekasih. Masih SMAloh dia ! hihihihi !

“nanti kamu juga lihat sendiri kok”

“kok gitu ?? siapa sih ?”

“nanti dia bakalan tampil dance, tunggu aja. Dia nomor urut 3”  Occa menjawabku namun matanya menyorot ke arah belakang panggung. Mungkin Occa mencari pacarnya itu.

“dan inilah penampilan dari LABA ” pembawa acara pun menyebutkan peserta nomor urut 3. Hemmmm ini dia.

“mana ya yang dimaksud Occa ???” batinku, tiba-tiba Occa menyeret tanganku dan mengajakku untuk ke barisan depan. Tanpa daya kuturuti maunya.

Occa menunjukkan seseorang kepadaku yang ada di atas panggung.

“itu lohhh pacar aku” mengacungkan tangannya menuju seseorang.

“hmm, ganteng juga :D” batinku sambil melihat cowok itu tanpa kedip dan masih dalam lamunanku. Tiba-tiba Occa menepuk bahuku, serentak aku kaget,

“ehhh, heheheh”

“ganteng kan ? hahah itu pacar aku, namanya Bobby ” Occa menceritakan tentangnya dan Bobby itu, sambil minum Teh Pucuk dan makan Cheetos, tak hentinya Occa ngomongin si Bobby Bobby itu.

“hmmmmm, bawel bangett nih anak, bobbyyyyyyyyyyyyyyy melulu :O ” batinku agak malas mendengarkan ceritanya yang dari tadi hanya ku jawab “iya-iya” saja😀 kalau tidak iya paling “O”

“kamu ihhhh,” seketika muka Occa menjadi cemberut.

“kenapa ehhh ??? ” agak heran melihat mukanya dia jadi ceberut gitu.

“kamu dari tadi Cuma ya ya ya mulu, kalau nggak ya ya ya yaaaa O O O” melihat bibirnya yang agak dimajuin sedikit, aku jadi ingin tertawa. Lucu. Hmm, dia manis, cantik tapi manja. J cewek lah yaaa, biasa.

☺☻☺

Setelah melihat LABA perform, aku sama Occa ke backstage, buat nemuin Bobby sama temen-temen LABA, sekalian mau ngenalin aku ke mereka.

****backstage****

“binyooooooooooo” sapa Occa buat nyambut Bobby yang baru ambil nafas setelah turun dari panggung yang tangannya sedang memegang botol AQUA ukuran kecil.

Ebbbbbrrrrrttttttt……… ups! Keselek deh Bobby denger sapaannya Occa. Hihihihihi.

“kenapa ih Binyo ?? hati-hati dong kalau minum” Occa memberi tisue ke pacarnya itu.

“oh iyaaa, LABA !!! kenalin nihh, kenalanku waktu aku ngikut lomba story telling kemarin, iLma kenalin nih temen-temen LABA”

Dan ternyata kak Bobby, kakaknya Ayu itu beneran dancer, dan dia ikut di grup LABA. Hmmmm,

Akupun berjabat tangan dengan mereka sambil kusebut namaku saat berjabat tangan satu per satu.

“nggak usah kenalan, gue sama lu udah kenal , ya kan ? hahahah” kak Bobby tertawa, karena kita sudah saling kenal. Kan kak Bobby kakaknya Ayu, sahabatku sendiri.

“iya, heeeee”

“Agoy”

“ilma”

“alwin”

“ilma”

“lee”

“il….”

Memotong ucapanku “ilma, yaaaaa nggak usah lo sebutin nama lu kaliiii, daritadi lo udah bilang ilma ilma ilma ilma muluuuuu, hahhahahahaha” kata Lee.

Occa bilang Lee tu anaknya gokil, humoris gitu. Hmmm, dasar akong-akong. Hihihihihi habis dia chinise gitu.

Setelah lama sama LABA dan Occa, kuputuskan untuk pulang.

 

☺☻☺

****kantin sekolah****

Bel istirahat berbunyi, kutarik tangan Ayu dan segera kita langkahkan menuju kantin. Setelah sampai di kantin, duduklah kita di meja nomor 8 sudut kanan belakang.

“buukkk ! bakso 2 cireng 4 jus mangga 2” Ayu berteriak ke ibu-ibu kantin. Kenapa harus teriak ??? karena kalau nggak teriak, ibuknya nggak bakal denger.

Sambil menunggu pesanan datang,

“eh ! ayu, kemaren aku ketemu sama kakakmu lhoh !” kulempar Ayu dengan dua batang tusuk gigi, karena dari tadi aku lihat dia hanya senyam-senyum saja.

“terus ?? apa urusannya sama aku ? ” tanya Ayu sambil membalikkan melempariku dengan tusuk gigi.

“yaa, enggak apa sih ! dia udah punya cewek lhoh !” kataku

“terus ???”

“hee, nggak. Eh , tapi katanya kamu kemarin mau ada acara sama kak Bobby, kok kemarin kak Bobby malah ikut lomba, dan kamunya sendiri nggak ikut kakakmu. Kemana hayoo ??? mau bo’ong ya luuu !?” lagi dan lagii kulempari Ayu dengan tusuk gigi.

“heeeee” Ayu menepuk jidatnya, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dariku.

“ngaku nggak ?!!!!” kulempar 5 batang tusuk gigi kearahnya,

“apaan sihh, nggak ada apa-apa kokk” Ayu pun meraih tusuk gigi yang ada di meja depan kita, setelah Ayu mengambil beberapa batang, dan akan melemparkannya ke aku…..

“heiiiii !!!!!!!!” teriak ibu kantin yang sudah ada di depan kami, tangannya membawa baki yang atasnya pesanan kita. Beliaupun meletakkannya di meja.

“itu tusuk gigi kenapa disana dimarii, jatuh sana-jatuh sini ! kalian apakan ha ?!” dengan nada rada emosi, ibu kantin sedikit berteriak kearah kita. Sebagian pengunjung kantin menoleh kearah kita, bahkan ada juga yang tertawa.

“eee, tadi kesenggol bukk, ” kataku

Ayu melanjutkan ucapanku “tumpah deh bukk, bukan salah kita dong buk,”

“iya buk, lagian Cuma tusuk gigi, 100 rupiah dapet 200 tusukk kan ??” celetusku ceplas-ceplos.

“enak saja kalian ini, ya sudah. Ini pesanan kalian” ibu kantin meninggalkan mejaku dan Ayu.

“hahahhahahaahhahahaha” kita berduapun tertawa, sampai-sampai waktu mau nelen bakso, ehhh baksonya si Ayu keluar dari mulutnya. Bertambah ramailah suasana kantin.

“oiya, kamu belom jawab pertanyaanku kan tadi ? jawab gih sekaranag !” bujukku sambil makan cireng yang tadi kupesan.

“pertanyaan yang mana ??” ucap Ayu sambil menelan bakso.

“kemarin kamu kemana ??”

“ohh, kemarinn ituu aku jalan sama kak QQ, ehhh maksudkuu nggak gituuu, emmm anuuuu” tanpa Ayu sadari ia jawab jujur pertanyaanku.

“haaaaa ! ketauan dehhh luu, hahaha jalan kemana ? kok nggak cerita, atau ngasih kabar kek ke aku, huuu dosa besar ly bo’ong ma aku” kataku semakin penasaran.

“emmm,emmmm ya jalannn” jawabnya nampak malu-malu kucing😀

“kemana ih ? ditanya kemana jawabnya palahh apa ! hooo”

“nonton” jawabnya sambil tersenyum malu-malu padaku, soalnya yang aku tahu Ayu jalan sama cowok yaaa baru ini, palingan jalan sama cowok Cuma sama papanya atu kakaknya.

Kurasa Ayu suka sama sama kak QQ, ihiyyyy😀

“kamu suka ya sama kak QQ ???” ahahahakkk

“kalau iya ?? kenapa ?? kamu marah ??”  Ayu tanyakan itu kepadaku, sepintas perasaanku pun buyarr. Ada apa ini ???

Kualihkan pembicaraan Ayu, “jalannya Cuma berduaan ya ?? hayoooooo, ihiiiyyyy” godaku menampakkan wajah sok bahagia.

“enggak kok, aku jalan sama kak QQ sama kak Nicky, ph iyaa, dia udah sembuh..”

“ohhh” kataku membulatkan mulutku, sempat terfikir olehku ‘mengapa kak Nicky sembuh nggak bilang-bilang aku ya ?? apa udah lupa sama aku ? hmm tau lah’ batinku pikiranpun semakin membuyar.

“udahan yukk, masuk ke kelas” ajak Ayu, sambil berdiri dari duduknya.

“hmm,” gumamku

“biar aku yang bayar, heee, anggap traktiran dari aku, kan aku kemarin udah jalan sama 2 cowok sekaliguss, hahhaha” candanya.

“thanks” ntah mengapa aku jadi kurang bersemangat.

Apa ada rasa ya aku sama…. sama kak QQ atau kak Nicky ???
hauuu, jadi galau gini.

Saat pelajaran pun aku hanya diam, biasanya ramee becanda muluu sam Ayu, tapi hari ini beda, di aku maupun di Ayu.

 ☺☻☺

Pagi buta aku sengaja ke rumah Ayu, kuajak Ayu jogging. Karena yang aku tau Ayu paling males sama olahraga, tapi sebagai sahabat, aku kan juga ingin sahabatku sehat. Hihihihi

ð  Ayuuuu, keluar dong ! aku udah ada di depan rumahmu niii,

ð  Iya, bentar

Setelah mendapat balasan sms dari Ayu, aku udah agak lega, itu tandanya Ayu udah bangun.

Setelah 10 menit kutunggu Ayu keluar, namun ia tak juga keluar-keluar. Mana hawanya sedang dingin gini lagi. Di kompleksnya Ayu orang-orangnya juga sibuk, jadi kalau jam 6 gini belum pada keluar, kalau udahpun bagi mereka yang mau ke kantor pagi, walaupun Minggu, kompleks ini tetap sepi.

“Ayuuuu, Ayuuu” kupangggil-panggil nama Ayu.

“permisiiiiiiii” kupencet bel rumahnya

“permisiiiiiiiiiii” kuulang beberapa kali, karena masih saja tidak ada orang yang membukakan pintu. Sempat kupikir, apa aku salah rumah ya ?? tapi nggak mungkin, toh aku juga sering ke rumahnya Ayu kok, yaaa walaupun rumah di kompleks ini hapir mirip-mirip, tapi aku tetap hafal, nomor rumahnya juga betul kok, 19.

Glekkkkkkkkkkkkkk,

Keluarlah seorang laki-laki berkulit putih, dan kelihatannya ia masih mengantuk, ia pun mengucek matanya denga kedua tangannya, sambil melemaskan tubuhnya.

“eh kak Bobby, maaf ganggu, heee Ayu mana ya ?? soalnya daritadi aku udah nungguin tapi palah nggak keluar-keluar,” kataku

“Ayu ??? ohh, kayaknya masih tidur tu anak, udah buat janjian belum sama tu anak ?? ” tanya kak Bobby sambil memegang daun pintu.

“udah kak, tadi aku juga udah sms, dia bales kok, dijawab bentar gituuu, sekarang mana ya ?? masa tidur lagii” kataku dengan nada cepat.

“hmm, dasar tu Ayu, keboo. Ntar ya aku panggilin dulu, masuk gihh, disini dingin.”  Pintanya sambil membuka pintu lebih lebar.

Akupun masuk kedalam Rumah Ayu, dan duduk sambil melihat Kak Bobby sedang menaiki tangga untuk memanggil Ayu, kak Bobby sempat kesandung juga waktu naik ke atas, dan dia juga sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum malu. Hahaha !

*****di kamar Ayu*****

Ditariklah selimut Ayu oleh Kak Bobby.

“heiiiiiiiiiiiiiii” teriak kak Bobby dekat telinga Ayu.

“ishhh !!! Bonyokkk !!!!!!!! pergi deh ! ganggu tau !” teriak ayu yang terdengar sampai bawah.

“iLma udah nungguin lo daritadi tu !”

“bo’ong lu !” kata Ayu tak percaya.

“beneran adekk ku sayanggg ! turun gih ! temuin, kasian udah nungguin Lo daritadi” suruk kak Bobby sambil menarik selimut Ayu yang tadi sempat ditarik kembali oleh Ayu.

Bergegaslah kak Bobby turun,

“tunggu ya, udah bangun tuh anak” katanya sambil senyum.

“yapp” jawabku.

Setelah beberapa menit, Ayu pun turun , lengkap dengan pakaian santainya buat jogging.

“hii, soriiiii” dia meringis padaku, dengan perpaduan wajah tanpa dosanya. Hahaha

“hmm., kebo lu !” kesalku.

“maaf deh, lagian ini juga baru jaaammm……” Ayu menengok ke arah jam dinding yang tertempel di belakangnya, langsung dia tersenyum padaku “ehh, heeeeee, kukira masih jam 6, hahahah”

“dasar luu, iya jam 6 lebih 1 jam” kataku.

Tak banyak membuang waktu, aku dan Ayu pun langsung keluar rumah dan berlari-lari kecil di sekitar kompleks Ayu, setelah itu menuju rumahku, yang lumayan agak jauh. Tapi sebelumnya, kita kembali ke rumah Ayu untuk mengambil sepeda motorku.

                ***di depan rumah Ayu***

 

                Ku lihat kak Bobby sedang Asyik mencuci mobilnya, dan dari kejauhan ku lihat juga ada temannya.

                “kenapa balik lagi ???” tanya kak Bobby

                “idihh, sensi banget sih lu kak !” saut Ayu

                “kan gue Cuma nanya, kaga bolehh ???”

                “ceilehhh, kakak adik berantem muluu deh” kata teman kak Bobby

                “oh ya, Yu IL. Kenalin nih temen gue, Budi namanya”

                “Budi”

“ayu”

“iLma, LABA juga kak ??” tanyaku sok berlaga tau, hihih

“hmm ??” nampaknya kak Budi kebingungan dengan pertanyaanku

“bukann, dia temen SMA gue,”

“ohh” kubulatkan mulutku

“LABA apaan sihh ??” tanya kak Budi

“itu loh kak, grup dance yang nggak bermutu bangettt, emang sih ganteng-ganteng, tapi kecuali yang namanya BINYO alias BOBBY, hahahahha” Ayu pun segera lari,karena ia tau ia akan ribut dengan kakaknya, Bobby.

Setelah Ayu mengeluarkan sepeda motorku dari garasinya, kita pun langsung tancap gas ke rumahku.

***di jalan raya***

 

“jalan-jalan yukk !” ajak Ayu, Ayu sedikit berteriak karena jalan sedikit ramai.

“ha ?? terus kalau kita jalan-jalan, motorku titipin mana ?”

“huahh, dasar iLma, sifat lola lu kambuh ! maksud aku, kita jalan-jalan tapiii naik motor, maksud ??”

“hehe, iyaaa ! itu mah namanya bukan jalan-jalan, tapi motor-motor, hahahah”

“ke taman aja dulu yokk, liatin mbak mbak mas mas pacaran , hahhaha” kata Ayu

“siapp boss” kataku sambil dengan gaya hormat jendral. Ku belokkan ke arah kanan menuju kanan. Yap, dari kejauhan udah kelihatan banyak anak muda lagi pacaran. Ahdehhhhhh, mau jadi pa mereka nanti ?? hahah *shock (bersambung)Gambar

About ilmaka

i'm iLma Karoma, but most people call me ilma or ima :) i was born in Magelang Jawa Tengah Indonesia on 1997, exactly 11 March. i'm muslim , Alhamdulillah :) . i've got one brother and two sisters. DIRECTIONER, GAPPER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s