Antara aku, kau dan dia (1)

Standar

☺☻☺

Seperti biasa, kutelusuri jalan pulang ke rumah sendirian. Itulah yang selalu kualami saat pulang sekolah. Melelahkan! Di setiap jalan selalu kupandang kanan kiriku, tak bosan-bosannya kulakukan itu setiap pulang sekolah. Kupegang dasiku, itulah posisi jalan yang tak pernah kuganti, sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan.

                Siang itu panas sekali, kuyakin sesampai rumah aku pasti seperti orang dehidrasi. Bagai berjalan jauh di padang pasir tanpa setetes air. Jadi, kusempatkan untuk membeli juice. Kedai minuman dingin berada di tepi jalan raya. Setelah ku turun dari angutan kota, langsung aku mampir untuk membeli juice.

                “mbak, juice mangga pake glass top ya” kataku sambil mengeluarkan selembar uang limaribuan dari tas.

                Setelah beberapa menitpun akhirnya akupun dapat juga juice itu.

                Haruslah aku extra berjalan, jarak jalan raya dari rumah lumayan jauh. Perjuangan !

                “tiiiinnnnnn tinnnnnnn”

                Tiba-tiba ada yang bunyiin klakson dari arahbelakang. Akupun kaget, jantung yang tadinya berdetak normal kini menjadi sangat cepat. Kutoleh belakang dang langsung teriak.

“Sial ! ehh luuu…” sejenak kutelan ludah, yang tadinya mau marah, seketika hilang, rautku yang merah menahan marah kini berubah menjadi senyuman.

 

☺☺

 

                “ehh sory sory, nggak maksud ngagetin, heeee” dibentuklah huruf V dengan jari kanannya.

                “huuu, hampir aku jantungan,”

                “masih inget aku nggak?” tanya lelaki yang mengejutkanku dengan menaikkan alis kanannya.

                Hmmm, dia lagi. Bagai pangeran wajahnya, bekukan amarah. Bagai malaikat wow ! upss ! nggak jawab pertanyaannya lelaki itu aku palah ngelamun.

                “marah ya ?? maaf dehh” lelaki itu menyadarkanku yang tengah melamun.

                “ehh, enggak kok. Emm inget nggak ya ???” candaku

                “lupa deh pasti !”

                “ingat kok, siapa sih yang nggak inget sama malaikat” #upsss aduhh aku keceplosan.

                “apa ? apa? Nggak denger ni aku, hahahaha” dia mencobaku agar mengulangi perkataanku tadi.

                “ih apa sih ! panas ni! Aku pulang ya, ngobrolnya besuk lagi” kataku yang sebenarnya masih ingin ngobrol sama dia.

                “hmmm, jawab dulu dong !”

                “aku lupa namamu kak” jawab singkatku

                “yahhh, payah kamu, masih muda pelupa” ledeknya.

                “diri diri siapa ? masalah buat kakak ? hahaha, mau kemana ? nggak kemana-mana kan ? mending antar aku pulang aja, aku bayar dehh” akupun nerocos bercandanya.

                “yaudah yokk, naik !” dia menunjukan ke belakang dengan kepalanya yang artinya aku suruh naik.

                “eh, aku nggak punya uang kak ! bercanda tadiii hee” aku kira dia nggak akan antar aku pulang, jadi ceplas ceplos deh.

                “gratis ! cepet naik !”

                Lumaya lah, hemat kaki, hemat tenaga. Langsunglah aku naik ke motor nya yang gede. Sepeda motornya sudah kutebak pasti mahal lihat aja merknya  MV Agusta F4 CCb. Wow ! itu termasuk motor termahal tau !

                Disepanjang perjalanan menuju rumahku pun kita sempat ngobrol-ngobrol. Aku belum terlalu kenal dia. Yang kutau dia baik.

                Aku bertemu dengannya waktu ada lomba storry telling, kebetulan aku jadi wakil dari sekolahku, lomba itu diadakan di SMA N 21. Waktu itu aku kebelet mau ke kamar mandi, tapi aku belum tau toiletnya dimana. Nahh, ada panitia tuh,

                “kak, permisi, mau tanya. Toilet cewek mana ya ??” tanyaku sambil memegang rokku.

                “ohh, toilet cewek atau cowok ? hahaha” candanya.

                “banci kak ! serius kak” wajahkupun memelas, menahan kebelet.

                “sorii sorii, kasiannn, kamu lurus aja, belok kanan sebelum ada loby,”

“makasiiihh kak” akupun langsung berlari menuju apa yang dia katakan.

“iya sama-sama hati-hati…………”

Yang kudengar hanya itu dari dia, karena aku sudah nggak tahan lagi. Ntah apa yang mau dia katakan.

BRAKKKKKKK !

“aduhhhhh !”

Aku menabrak tiang pendek kecil yang bertanda “AULA è” tanpa peduli aku langsung berdiri dan berlari ke toilet. Tampak beberapa peserta dan karyawan SMA memandangiku, bahkan ada yang menertawakanku.

“huh ! lega deh !” keluarlah aku dari toilet.

“**** nii, tadi ketinggalan waktu kamu jatuh J ” kakak panitia itu lagi ! huh, mungkin dia melihatku jatuh konyol ! menahan rasa malu kuambil ID cardku.

“heeee, makasih lagi kak, kok tau namaku ??” aku heran, mengapa dia tau namaku, kan aku  belum sempat kenalan.

“ID card” dia katakan itu sambil pergi setelah menerima sebuah SMS dari Bbnya.

“jiahhh palah pergi. yaudahlah” akupun kembali ke aula menemui guru pendampingku.

                #####################lombapun selesai##################

                Sekarang saatnya pengumuman kejuaraan. Aku nggak yakin aku menang. Kalau aku kalah, aku nggak akan kaget. Tapi kalau aku menag aku baru kaget ! hahaha.

                Juara 3 pun diumumkan, dan itu bukan aku. Kalau juara 3 aja aku nggak dapat apalagi juara 2 atau 1 ! jadi aku nggak terlalu berharap.

                Eh ! aku kaget ! ternyata aku dapat juara 2 ! ohh thanks God! Setelah proses pemberian tanda pemenang dan pemotretan, aku dan guru pendampingku pun keluar dari aula.

                BETE nih ! jalan sama ibu-ibu (guru pendampingku) pasti deh RUMPI dulu sama guru lain. Akupun duduk di kursi menunggui guruku yang asyik ngobrol.

                Dari kejauhan ku lihat kakak panitia yang tadi itu jalan menuju arah aula. Tapi kok dia lewati. Ups! Dia ke arahku, dia senyum padaku, kemudian dia ambil kursi yang ada beberapa meter dari tempat kau duduk.

                “yahh ! Cuma lewat” batinku.

                Ternyata dia taruh kursinya disam[ing kursi dimana aku duduk. Diapun menduduki kursi itu.

                “selamat ya ! you’re the best J ” katanya sambil memberiku senyum manisnya itu.

                “iya, sama sama kak J namanya siapa kak ? sekolah disini?” tanyaku

                “yappp, namaku Nicky, he.em sekolah sini, kelas berapa kamu dek ?” tanyanya padaku

                “kelas 9 kak, kakak?”

                “aku kelas 12, 3 SMA… ouwwww, nungguin gurumu ya ?”

                “iyaa, maklum lah”

                Beberapa saatpun kita ngobrol. Sampai guruku selesai rumpi.

 

Nahh, itu waktu aku ketemua sama kak Nicky. Hmmm andai aja aku punya kakak seperti dia. (bersambung)

 

Gambar

About ilmaka

i'm iLma Karoma, but most people call me ilma or ima :) i was born in Magelang Jawa Tengah Indonesia on 1997, exactly 11 March. i'm muslim , Alhamdulillah :) . i've got one brother and two sisters. DIRECTIONER, GAPPER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s